Dasar-dasar PHP
Variabel
- Variabel digunakan untuk menyimpan data berupa teks, angka dan sebagainya yang nilainya dapat diubah-ubah.
- Nama variabel bisa apa saja asal mengikuti aturan berikut:
- Nama variabel hanya boleh mengandung huruf, angka dan underscore.
- Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata dapat dipisahkan dengan underscore.
- Nama variabel tidak boleh menggunakan kata yang merupakan bagian dari skrip PHP.
- Penulisan nama variabel harus diawali dengan tanda dolar
$. - Variabel bersifat case-sensitive, sehingga huruf besar dan huruf kecil dibedakan.
Contoh membuat variabel. Ketikkan kode berikut dan jalankan atau buka di dalam browser.
Tipe Data
Variabel pada PHP dapat menyimpan berbagai macam tipe data, di antaranya:
- String, yaitu teks. Contoh: "Selamat Pagi" atau "123"
- Integer, yaitu angka non-desimal. Contoh: 1, 100, -400
- Float, yaitu tipe data angka desimal. Contoh: 23.5
- Boolean, tipe data yang hanya bernilai
trueataufalsesaja - Array, yaitu tipe data yang menyimpan banyak nilai dalam satu variabel
- Object, yaitu tipe data yang menyimpan data beserta informasi bagaimana data diproses
- Null, yaitu tipe data yang hanya bernilai
NULL
Contoh:
Konstanta
- Konstanta digunakan untuk menyimpan nilai sederhana.
- Sekali didefinisikan/ dibuat, nilai konstanta tidak dapat dirubah, jika dirubah/ diisi ulang maka akan error.
- Penulisan nama konstanta sama dengan variabel, namun tidak menggunakan tanda
$. - Best Practice penulisan nama konstanta adalah dengan huruf kapital.
Contoh membuat konstanta
Operator
- Setiap bahasa pemrograman pasti memiliki operator.
- Operator digunakan untuk melakukan operasi terhadap satu atau lebih data, atau variabel, sehingga menghasilkan data baru
Operator Aritmatika
Operator aritmatika merupakan operator untuk melakukan perhitungan aritmatika.
| Operator | Fungsi |
|---|---|
| + | Penjumlahan |
| - | Pengurangan |
| * | Perkalian |
| / | Pembagian |
| % | Modulus/ Sisa hasil bagi |
Contoh
<?php
$x = 5;
$y = 2;
echo "$x + $y = " . $x + $y . "<br>";
echo "$x - $y = " . $x - $y . "<br>";
echo "$x * $y = " . $x * $y . "<br>";
echo "$x / $y = " . $x / $y . "<br>";
echo "$x % $y = " . $x % $y . "<br>";
?>
Operator Perbandingan
Digunakan untuk membandingkan 2 nilai atau variabel, hasilnya adalah true atau false.
| Operator | Arti |
|---|---|
| == | Sama dengan |
| === | Identik-sama dengan |
| != atau <> | Tidak sama dengan |
| !== | Tidak identik |
| > | Lebih besar |
| < | Lebih kecil |
| <= | Lebih kecil atau sama dengan |
| >= | Lebih besar atau sama dengan |
Contoh:
<?php
$x = "5";
$y = 5;
var_dump($x == $y);
var_dump($x === $y);
var_dump($x != $y);
var_dump($x !== $y);
var_dump($x > $y);
var_dump($x < $y);
var_dump($x >= $y);
var_dump($x <= $y);
?>
Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menggabungkan dua pernyataan atau lebih, hasilnya true atau false.
| Operator | Arti |
|---|---|
and atau && |
Benar jika kedua pernyataan benar |
or atau \|\| |
Benar jika salah satu atau keduanya bernilai benar |
xor |
Benar jika salah satu pernyataan bernilai benar, tetapi tidak keduanya |
! |
Benar jika pernyataanya salah |
Operator Increment dan Decrement
Operator ini digunakan untuk menambahkan atau mengurangi nilai variabel.
| Operator | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| ++$x | Pre-increment | Menambahkan variabel $x dengan 1, lalu mengembalikan nilai $x |
| $x++ | Post-increment | Mengembalikan variabel $x, kemudian menambahkan nilai $x dengan 1 |
| --$x | Pre-decrement | Mengurangi variabel $x dengan 1, lalu mengembalikan nilai $x |
| $x-- | Post-decrement | Mengembalikan variabel $x, kemudian mengurangi dengan 1 |
Operator Assigment
Operator ini digunakan untuk menentukan atau mengubah nilai suatu variabel numerik.
| Assigment | Sama dengan | Keterangan |
|---|---|---|
| $x = $y | $x = $y | Nilai x sama dengan nilai y |
| $x += $y | $x = $x + $y | Nilai x ditambahkan dengan nilai y |
| $x -= $y | $x = $x - $y | Nilai x dikurangi dengan nilai y |
| $x *= $y | $x = $x * $y | Nilai x dikalikan dengan nilai y |
| $x /= $y | $x = $x / $y | Nilai x dibagi dengan nilai y |
| $x %= $y | $x = $x % $y | Nilai x modulus dengan nilai y |
Operator String
Operator ini digunakan untuk menggabungkan tipe data string.
| Operator | Contoh |
|---|---|
. |
$kata = "Saya sedang"."belajar PHP"; |
.= |
$kata .= "dengan Semangat"; |
Operator Kondisi
- Operator ini digunakan untuk memberikan nilai pada suatu variabel sesuai kondisi yang ditentukan.
- Jika kondisi true maka akan diberi nilai dengan nilai sebelah kiri tanda
: - Jika kondisi false maka akan diberi nilai dengan nilai sebelah kanan tanda
: - Kondisi diletakkan di dalam kurung diikuti dengan tanda
?yang memisahkan dengan nilai. - Formatnya
? ... : ...
Array
Array merupakan variabel khusus yang dapat menyimpan nilai lebih dari satu.
Beberapa jenis array: - Array Numerik - Array Asosiatif - Array 1 dimensi - Array 2 dimensi/ multi-dimensi
Contoh:
<?php
// Array Numerik
$hari = [
"Senin",
"Selasa",
"Rabu",
"Kamis",
"Jum'at",
"Sabtu",
"Ahad"
];
var_dump($hari);
// Array Asosiatif
$siswa = [
"nama" => "Joko Santoso",
"kelas" => 11,
"jurusan" => "PPLG"
];
var_dump($siswa);
// Array 2 dimensi/ multi-dimensi
$pegawai = [
"nama" => "Rudi Hermanto",
"alamat" => [
"desa" => "Rejosari",
"kec" => "Kebonsari",
"kab" => "Madiun"
]
];
var_dump($pegawai);
?>
Statement Control
- Statement control akan mengatur bagaimana data akan ditampilkan sesuai dengan kondisi tertentu
- Statement control menjadi kunci dari logika program
- Kesalahan dalam penggunaan statement control mungkin tidak menampilkan pesan error, tetapi aplikasi tidak berjalan sesuai semestinya.
Percabangan IF
Statement control ini digunakan untuk menjalankan suatu program tertentu jika sebuah sayrat kondisi terpenuhi. Formatnya adalah...
Contoh:
Format di atas berlaku jika statement-nya hanya satu baris. Jika lebih dari satu baris, maka statement-nya menjadi:
Contoh:<?php
$nama = "Joko";
$nilai = 80;
if($nilai >= 80){
echo "Selamat $nama,";
echo "Anda dinyatakan lulus..!";
}
if($nilai < 80){
echo "Maaf $nama,";
echo "Anda dinyatakan belum lulus..!";
}
?>
Testing
Sekarang coba ubah nilai 80 menjadi 70 dan jalankan skripnya. Apa hasilnya?
Percabangan IF-ELSE
Statement control ini digunakan menjalankan program tertentu jika sebuah kondisi terpenuhi, sekaligus menyediakan alternatif lain jika kondisi tidak terpenuhi. Format penulisannya adalah
<?php
if(kondisi){
// statement jika benar
statement1;
statement2;
}else{
// statement jika salah
statement1;
statement2;
}
?>
Format di atas digunakan jika statement-nya lebihd dari satu, namun jika statement-nya hanya satu, bisa menggunaka format berikut.
Mari kita buat contohnya.
<?php
// statement 1 baris
$nilai = 80;
if($nilai>=80) echo "Anda lulus";
else echo "Maaf, anda belum lulus";
// statement 2 baris
$nilai = 70;
if($nilai >= 80){
echo "Selamat, Anda lulus";
}else{
echo "Maaf, Anda belum lulus";
}
?>
Percabangan IF-ELSEIF-ELSE
- Statement control ini digunakan untuk mengecek kondisi berikutnya ketika kondisi pertama tidak terpenuhi.
- Jika semua kondisi tidak terpenuhi, maka dijalankan statement setelah
else.
Format sintakasnya
<?php
if(kondisi1){
// statement jika kondisi 1 benar
}elseif(kondisi2){
// statement jika kondisi 2 benar
}else{
// statement jika semua kondisi salah
}
?>
MARKICOB (Mari kita coba...😊)
<?php
$nilai = 85;
if($nilai<60){
echo "Nilai : $nilai\n";
echo "Grade : E";
}elseif($nilai<70){
echo "Nilai : $nilai\n";
echo "Grade : D";
}elseif($nilai<80){
echo "Nilai : $nilai\n";
echo "Grade : C";
}elseif($nilai<90){
echo "Nilai : $nilai\n";
echo "Grade : B";
}elseif($nilai<=100){
echo "Nilai : A";
}else{
echo "Maaf nilai tidak sah";
}
?>
Eksperimen
Sekarang agar lebih interaktif, coba tambahkan fungsi php untuk mengambil input user, yaitu dengan mengganti $nilai = 80; menjadi
Percabangan SWITCH
- Statement control ini digunakan untuk menjalankan program pada setiap kemungkinan nilai dari sebuah variabel.
- Ini fungsinya hampir sama dengan
IF, namun untuk penggunaan yang lebih sederhana.
Formatnya adalah
<?php
switch($variabel){
case "option1": statement1;
break;
case "option2": statement2;
break;
default: statement3;
break;
}
?>
Catatan
- Statement pada
defaultakan dijalankan ketika semua option sebelumnya tidak terpenuhi. - Setiap statement harus dikuti dengan
break;untuk menghentikan proses pengecekan kepada option selanjutnya.
Berikut contohnya
<?php
$kode = 1;
switch($kode){
case 1:
echo "Selamat datang Admin";
break;
case 2:
echo "Selamat datang User";
break;
case 3:
echo "Selamat datang Tamu";
break;
default:
echo "Maaf, Akses ditolak..!";
break;
}
?>
Percobaan
Seperti sebelumnya, agar lebih interaktif, coba buat aagr nilai $kode diinput langsung dari user dan sebelumnya tampilkan teks Masukkan Kode Rahasia.
Perulangan WHILE
While digunakan untuk menjalankan program secara berulang-ulang selama kondisi masih terpenuhi. Format penulisannya adalah
Mari kita buat contohnya
Peringatan
- Hati-hati dalam membuat perulangan, baik while atau yang lain, pastikan kamu membuat counter dan batas perulangannya, karena kalau tidak, bisa saja perulangan kamu akan terus dilakukan sampai memori komputer penuh yang akhirnya membuat komputer kamu mati.
- Dalam contoh di atas, betasan perulangannya adalah
$no <=10dan penambah counter$no++. - Kalau program dijalankan dengan terminal/ command promt, cara menghentikannya adalah dengan menekan tombol Ctrl+C , tetapi jika perulangan dijalankan di sisi server menggunakan browser, bisa-bisa servernya yang terjadi memory overflow dan mati.
Percobaan
- Sekarang coba buat sebuah perkalian berulang seperti dulu ketika kamu masih di bangku sekolah dasar kamu diminta untuk menghafalkan daftar perkalian!, masih ingat?
- Contoh hasilnya seperti berikut

Perulangan DO-WHILE
- Hampir sama seperti wbile, statement control ini digunakan untuk menjalankan program secara berulang-ulang selama kondisi terpenuhi.
- Bedanya, kalau do-while, statement-nya dijalankan terlebih dahulu, tanpa harus mengecek kondisinya terlebih dahulu.
- Hal ini memungkinkan perulangan do-while melakukan minimal 1 kali, walaupun kondisinya tidak terpenuhi.
Format sintaksnya adalah
Berikut contohnya
Perulangan di atas dirasa agak aneh, padahal kan perulangannya, harusnya dilakukan ketika variabel $angka bernilai lebih kecil atau sama dengan 10, namun begitulah cara kerja perulangan do-while.
Perulangan FOR
- Secara prinsip, statement control ini sama seperti perulangan while dan do-while.
- Namun, saat menggunakan perulangan for, kita langsung menentukan batas awal dan akhir perulangannya.
- Formatnya sebagai berikut.
Catatan
- Init statement akan dieksekusi hanya sekali di awal sebelum perulangan
- Kondisi akan dilakukan pengecekan dalam setiap perulangan, jika true perulangan akan dilakukan, jika false perulangan akan berhenti
- Post statement akan dieksekusi setiap kali diakhir perulangan
- Init statement, Kondisi dan Post Statement tidak wajib diisi, jika Kondisi tidak diisi, berarti kondisi selalu bernilai true
Contoh-1
<?php
// Perulangan for tanpa henti
for(;;){
echo "Saya berjanji tidak akan membolos lagi\n\n";
}
?>
Contoh-2
<?php
// Perulangan for dengan kondisi
$counter = 1;
for(;$counter<=10;){
echo "Antrian ke-$counter\n";
$counter++;
}
?>
<?php
// Perulangan for dengan init statement
for($counter=11; $counter<=25;){
echo "Antrian ke : $counter\n";
$counter++;
}
?>
Contoh-4
<?php
// Perulangan for dengan post-statement
for($i=1; $i<=100; $i++){
echo "Antrian Sembako ke-$i\n";
}
?>
Perulangan FOREACH
Statement control ini digunakan khusus untuk melakukan perulangan pada data array. Format penulisannya
Jika jenis array-nya array asosiatif, maka formatnya
Contoh-1
<?php
// Foreach array numerik
$buah = ["Jeruk","Mangga","Apel"];
echo "Es ";
foreach($buah as $b){
echo "$b, ";
}
echo "Sori nggak level..!😊";
?>
Jalankan dan baca dengan intonasi, xixixi 🤭
Contoh-2
<?php
// Foreach dengan array asosiatif
$siswa=[
"nama" => "Dita Leni Ravia",
"kelas" => 11,
"jurusan" => "PPLG"
];
foreach($siswa as $key => $value){
echo "$key : $value \n";
}
?>
Tantangan
- Sekarang coba buat array 2 dimensi seperti berlikut, amati dengan baik, lalu gunakan perulangan foreach untuk menampilkan seluruh datanya. Clue-nya adalah
foreach bersarang.
Buka Jawaban
<?php
// Foreach dengan array 2 dimensi
$siswa=[
[
"nis" => 881,
"nama" => "Roro Jonggrang",
"nilai" => 95
],
[
"nis" => 882,
"nama" => "Roro Kidul",
"nilai" => 100
],
[
"nis" => 883,
"nama" => "Joko Tingkir",
"nilai" => 90
]
];
foreach($siswa as $tokoh){
foreach($tokoh as $data => $nilai){
echo "$data : $nilai\n";
}
}
?>
Modularitas
- Saat membuat aplikasi, ada baiknya tidak dibuat dalam satu file Lebih baik dipisah ke beberapa file agar kode program tidak terlalu bertumpuk di satu file.
- PHP memiliki function require dan include yang bisa kita gunakan untuk mengambil file php lain.
- Lantas apa bedanya require dan include?
- Pada require, jika file yang kita ambil tidak ada, maka akan terjadi error dan program terhenti.
- Pada include, jika file yang kita ambil tidak ada, maka hanya akan memberi peringatan, namun program akan tetap dilanjutkan.
Sebagai contoh, kita buat file pertama yaitu modul.php
Lalu kita buat file kedua, yaitu include.php
Sekarang jalankan file include.php, maka perintah echo dari file include.php dan modul.php akan ditampilkan semuanya.
Satu lagi, coba buat file require.php sebagai berikut.
Jalankan skrip php di atas, dan apa hasilnya? 🤔
Benar
Muncul pesan Error... karena file yang dipanggil menggunakan require tidak ada, yaitu fungsi.php.
Catatan Tambahan
- Function
requiredanincludeakan selalu mengambil file yang kita inginkan. - Jika kita beberapa kali menggunakan
requiredanincludefile yang sama, maka file tersebut akan berkali-kali pula kita ambil. - Hal ini akan menjadi masalah jika misal dalam file yang kita ambil terdapat definisi function , sehingga jika diambil berkali-kali akan menyebabkan error redeclare function.
- Untungnya di PHP terdapat function
require_oncedaninclude_once, function ini bisa mendeteksi jika kita sebelumnya pernah mengambil file yang sama, maka tidak akan diambil lagi