Skip to content

Function

  • Function digunakan untuk membuat blok program yang sering digunakan di dalam penulisan skrip PHP.
  • Function tidak otomatis dijalankan ketika skrip dijalankan.
  • Function hanya dieksekusi jika dipanggil.
  • Pemanggilan function dapat dilakukan berkali-kali setiap kali dibutuhkan.
  • Function biasanya digunakan untuk meyingkat skrip yang sering digunakan, terutama yang skrip-nya panjang.
  • Secara umum, setidaknya ada 2 jenis function, yaitu
    1. User-defined function, fungsi yang dibuat sendiri oleh user.
    2. Built-in function, fungsi yang sudah disediakan oleh PHP.

Function Dasar

Untuk membuat function format dasarnya sebagai berikut.

<?php
function nama_function(argumen){
    // blok program
}
?>

Sekarang kita buat contohnya.

<?php
// membuat function
function salam(){
    echo "Assalamu'alaikum..,";
}

// memanggil function
salam();
salam();
?>
Coba jalankan skrip di atas, maka akan muncul pesan "Assalamu'alaikum..," sebanyak 2 kali, karena kita memanggilnya 2 kali.

Function dengan Argumen

Ada kalanya kita membuat function untuk memproses data tertentu, sehingga kita perlu membuat function yang bisa menerima argumen. Berikut contohnya.

<?php
// membuat function
function sapa($nama){
    echo "Hai $nama, Apa kabar?\n";
}

// memanggil function
sapa("Joko");
sapa("Dita");
?>
  • Pada skrip di atas, function memiliki 1 argumen, yaitu $nama.
  • Kita bisa loh.., membuat argumen lebih dari 1, yaitu dengan memisahkan argumen dengan tanda koma . .
  • Variabel yang kita definisikan di dalam function disebut sebagai parameter, sedangkan nilai yang kita masukkan saat pemanggilan fungsi disebut sebagai argumen.
  • Saat kita mencoba memanggil fungsi yang memiliki parameter, namun kita lupa memasukkan argumennya, tentu akan terjadi error.
  • Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa membuat default argument, sehingga jika kita lupa tidak memasukkan argumen saat pemanggilan function, tidak akan terjadi error dan function akan dijalankan dengan normal. Contoh
<?php
// Membuat function
function sapa($waktu="Pagi"){
    echo "Selamat $waktu \n";
}

// Memanggil function dengan argumen
sapa("Siang");
// Memanggil function tanpa argumen
sapa();
?>

Catatan

  • Mungkin suatu saat kita membuat function yang memiliki 2 parameter atau lebih dan ada yang memiliki default argumen maupun tidak.
  • Untuk membuat function tersebut, kita tidak boleh asal dala meletakkan urutan parameternya, karena kalau tidak, PHP akan salah paham dalam memproses nilai argumennya.
  • Dalam kasus di atas, parameter yang tidak memiliki default argument harus diletakkan di depan, sedangkan parameter yang memiliki default argument harus diletakkan di urutan belakang.

Contoh-1

<?php
// function dengan urutan default argumen salah
function sapa($nama="Kamu", $waktu){
    echo "Hai $nama, Selamat $waktu \n";
}
// memanggi function
sapa("Dita","Pagi");
?>

  • Mungkin skrip di atas jika dijalankan akan berhasil, namun tetap menghasilkan error.
  • Bagaimana jika kita ingin menjalankan skripnya tapi anggaplah saya hanya ingin mengisi argumen $waktu nya saja, karena argumen $nama memiliki default argumen, seperti contoh berikut.
<?php
// function dengan urutan default argumen salah
function sapa($nama="Kamu", $waktu){
    echo "Hai $nama, Selamat $waktu \n";
}
// memanggi function
sapa("Pagi");
?>

Tentu saja Error

Deprecated: Optional parameter $nama declared before required parameter $waktu is implicitly treated as a required parameter in C:\Users\ASUS\Documents\GitHub\modul-belajar-php-dasar\sourcecode\function\function4.php on line 3

Contoh-2

Maka, yang benar harusnya seperti ini.

<?php
// function dengan urutan default argumen yang benar
function sapa($waktu, $nama="Kamu"){
    echo "Hai $nama, Selamat $waktu \n";
}
// memanggi function
sapa("Pagi");
?>
Walaupun, saya tidak memasukan argumen $nama, kode tetap akan dijalankan tanpa error.

Tantangan

  • Sebagai bentuk latihan, coba sekarang buatlah sebuah fungsi perkalian dengan nama perkalian(), yang jika saya memanggil dengan cara perkalian(2) maka menghasilkan seperti berikut. (Clue-nya gabungkan perulangan ke dalam function). 🤔

    1 x 2 = 2

    2 x 2 = 4

    3 x 2 = 6

    4 x 2 = 8

    5 x 2 = 10

    6 x 2 = 12

    7 x 2 = 14

    8 x 2 = 16

    9 x 2 = 18

    10 x 2 = 20

Jawaban
<?php
// Membuat fungsi perkalian
function perkalian($angka){
    for($i=1; $i<=10; $i++){
        echo "$i x $angka = " . $i*$angka . "\n";
    }
}
// memanggil fungsi perkalian
perkalian(2);
?>

Function dengan Nilai Kembalian

  • Pada contoh-contoh sebelumnya, kita membuat function yang langsung menampilkan hasilnya di layar dengan perintah echo.
  • Namun, ada kalanya kita membuat function lalu hasilnya akan diproses lagi oleh function yang lain.
  • Dalam kasus tersebut kita perlu menambahkan perintah return yang akan memberikan nilai kembalian.

Contoh-1

<?php
function luas_persegi($panjang, $lebar){
    $luas = $panjang * $lebar;
    return $luas;
}

echo "Luas ruang kelas adalah " . luas_persegi(3,4) . " m";
?>

Contoh-2

<?php
function nama_panggilan($nama){
    return substr($nama,0,5);
}

$namanya = nama_panggilan("joko santoso");
echo ucfirst($namanya);
?>
S

Keterangan

  • substr adalah fungsi bawaan php untuk mengambil beberapa karakter string dari kiri, 0 maksudnya dimulai dari karakter ke 0, dan 5 maksudnya ambil sebanyak 5 karakter.
  • ucfirst juga fungsi bawaan php yang berfungsi untuk membuat teks/ string menjadi kapital pada huruf pertamanya.

Variasi Function yang lain

  • Selain function standar di atas, sebenarnya di PHP kita bisa membuat function dengan penulisan yang sedikit berbeda, lebih rumit, atau bahkan lebih simpel dari format dasarnya.
  • Hal ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan program atau aplikasi yang akan kita buat.

Anonymous Function

  • Anonymous function adalah function tanpa nama, di PHP disebut juga dengan Closure.
  • Anonymous function biasanya digunakan sebagai argument atau sebagai value di variable.
  • Anonymous function membuat kita bisa mengirim function sebagai argument di function lainnya.

Contoh-1

<?php
// Anonymous Function
$halo = function(string $nama){
    echo "Halo $nama".PHP_EOL;
};

$halo("Eko");
$halo("Joko");
?>

Catatan

  • Perhatikan, bahwasanya saat membuat function, kita tidak membuat nama function-nya, namun langsung membuat bagian parameternya.
  • Function tersebut langsung dimasukkan ke dalam variable $halo.
  • Cara pemanggilan function tinggal menyebut nama variable yang berisi function tersebut, dalam hal ini adalah $halo.

Contoh-2

<?php
// Anonymous Functtion 2
function siyu(string $nama, $format){
    $namaAkhir = $format($nama);
    echo "See you $namaAkhir".PHP_EOL;
}

// Memanggil function
siyu("Dita Leni Ravia", function(string $n){
    return strtoupper($n);
})
?>

Peringatan

  • Mungkin, function tersebut terlihat membingungkan untuk difahami, namun cobalah untuk membaca dan memahami maksud dari tiap baris kodenya.
  • strtoupper() adalah function bawaan PHP untuk membuat teks menjadi huruf kapital.

Catatan

  • Secara default, anonymous function tidak bisa mengakses variabel yang terdapat diluar function.
  • Jika kita ingin menggunakan variable yang terdapat diluar anonymous function, kita perlu secara explicit menyebutkannya menggunakan kata kunci use lalu diikuti variable-variable yang ingin kita gunakan.

Sekarang coba ini..!

<?php
$namaDepan = "Anggun";
$namaBelakang = "Khowatim";

$hai = function(){
    echo "Hai $namaDepan $namaBelakang".PHP_EOL;
};

$hai();
?>

Kalau begini..?

<?php
// Akses variable di luar closure
$namaDepan = "Aulia";
$namaBelakang = "Fatmawati";

$hai = function() use($namaDepan,$namaBelakang){
    echo "Hai $namaDepan $namaBelakang".PHP_EOL;
};

$hai();
?>

Yeay.. Berhasil 😁

Arrow Function

Satu lagi kita bahas tentang variasi function di dalam PHP, walaupun sebenarnya masih banyak variasi function yang lain 😅.

  • Arrow function diperkenalkan di PHP 7.4 sebagai alternative anonymous function yang lebih sederhana pembuatannya.
  • Secara garis besar, sebenarnya arrow function dan anonymous function adalah dua hal yang sama.
  • Hal yang membedakan di arrow function adalah, secara otomatis variable diluar closure bisa digunakan, tidak seperti di anonymous function yang harus disebutkan secara manual menggunakan kata kunci use.
  • Pembuatan arrow function tidak menggunakan kata kunci function, melainkan fn.
  • Arrow function di khususnya untuk pembuatan function yang sederhana

Contoh-1

<?php
// Arrow Function
$a = 5;
$b = 4;

$kali = fn()=>$a*$b;

echo $kali();
?>

Contoh-2

<?php
// Arrow Function-2
$n1="Faruq";
$n2="Arzaky";

$goodbye = fn()=>"Goodbye $n1 $n2".PHP_EOL;

echo $goodbye();
?>

Penutup

  • Terlihat jelas bahwa pembuatan function dengan arrow function sangat sederhana, namun kita tidak bisa membuat function ini untuk setiap program yang kita buat, semua tergantung kebutuhan sistemnya.
  • Kita cukupkan pembahasan tentang function kali ini, jika anda masih tertarik ingin tahu lebih tentang function, silahkan coba cari sendiri materinya dengan keyword Callback Function dan Recrusive Function. 😊

Function untuk Operasi String

Untuk memanipulasi string, PHP sudah menyediakan function bawaan yang bisa langsung kita gunakan. Di antaranya sebagai berikut.

Function Keterangan
addslashes(string) Memberikan tanda \ pada karakter khusus seperti petik ganda ", petik tunggal ' dan sebagainya.
chr(ascii) Menghasilkan karakter dari sebuah kode ASCII
explode(pemisah, string, batas) Mengkonversi string menjadi array. Fungsi ini sering dipakai
htmlentities(string, flags, character_set, double_encode) Mengkonversi karakter ke kode HTML
htmlspecialchars(string,flags,character_set,double_encode) Mengkonversi karakter tertentu ke kode HTML
implode(pemisah, array) Menghasilkan string dari suatu array. Kebalikan dari implode(), ini juga sering dipakai.
join(pemisah, array) Menghasilkan string dari suatu array. Alias dari implode().
lcfirst(string) Lowercase First, mengkonversi string pertama menjadi huruf kecil.
ltrim(string, charlist) Menghilangkan spasi atau karakter tertentu di sebelah kiri string.
md5(string, raw) Enkripsi dengan MD5 dari sebuah string. RAW menentukan format output binary atau heksadesimal, diisi true atau false.
nl2br(string,xhtml) Menyisipkan tag <br> pada setiap ganti baris dari sebuah string. XHTML diisi true atau false.
number_format(number, desimal, pemisah desimal, pemisah ribuan) Memformat angka menjadi ribuan.
printf(format, arg1, arg2, arg3, ...) Menghasilkan string dengan format tertentu.
rtrim(string, charlist) Menghilangkan spasi atau karakter tertentu pada sebelah kanan string.
str_ireplace(dicari, pengganti, string, jumlah) Mengganti beberapa karakter pada sebuah string tanpa membedakan besar kecilnya huruf.
str_replace(dicari, pengganti, string, jumlah) Mengganti beberapa karakter pada sebuah string dengan membedakan besar kecilnya huruf.
str_shuffle(string) Mengacak karakter pada sebuah string.
str_word_count(string, return, char) Menghasilkan jumlah karakter dari sebuah string
stripslashes(string) Mengembalikan perintah addslashesh()
strlen(string) Menghasilkan panjang sebuah string.
strpos(string, dicari, mulai) Menghasilkan posisi pertama dari sebuah string pada suatu string. Versi case-insensitice menggunakan strripos().
strrpos(string, dicari, mulai) Menghasilkan posisi terakhir sebuah string pada suatu string. Versi case-insensitive menggunakan strripos().
strtolower(string) Mengkonversi string ke huruf kecil semua.
strtoupper(string) Mengkonversi string ke huruf besar semua.
substr(string, mulai, panjang) Menghasilkan bagian dari sebuah string.
trinm(string, charlist) Menghilangkan spasi atau karakter lain di awal maupun akhir string.
ucfirst(string) Mengubah hurug pertama string menjadi huruf kapital.
ucwords(string) Mengubah huruf pertama setiap kata dari sebuah string menjadi huruf kapital.

Untuk lebih memahami penggunaan dari fungsi-fungsi di atas, mari kita coba beberapa.

<?php
$teks = "Saya senang belajar PHP";
echo "Teks asli '$teks'".PHP_EOL;

echo "substr() : " . substr($teks,0,11) . PHP_EOL;
echo "susbtr() : " . substr($teks,12) . PHP_EOL;
echo "strtoupper() : " . strtoupper($teks) . PHP_EOL;
echo "ucwords() : " . ucwords($teks) . PHP_EOL;
echo "str_replace() : " . str_replace("senang","suka",$teks) . PHP_EOL;
echo "strops() : " . strpos($teks,"P") . PHP_EOL;

$kata = explode(' ',$teks);
echo "explode() : " . $kata[1];

?>

Referensi

Jika kamu tertarik mempeljari string function yang lain, bisa kunjungi 🌏 link berikut.

Function untuk Operasi Tanggal

PHP juga menyediakan functio bawaan untuk memproses data tanggal, sebagaimana berikut.

Function date()

  • Function ini digunakan untuk mencetak tanggal dengan format tertentu.
  • Format tanggal ditulis di dalam kurung.
  • Beberapa huruf yang dapat digunakan untuk menulis format tanggal sebagai berikut.

Time

Huruf Keterangan
a am atau pm
A AM atau PM
g Jam tanpa 0 di depan, bernilai antara 1-12
G Jam tanpa 0 di depan, bernilai antara 0-23
h Jam dengan 0 di depan, bernilai antara 1-12
H Jam dengan 0 di depan, bernilai antara 00-23
i Menit dengan 0 di depan, bernilai antara 00-59
s detik dengan 0 di depan, bernilai antara 00-59

Day

Huruf Keterangan
d Tanggal dengan 0 di depan, bernilai antara 01-31
j Tanggal tanpa 0 di depan, bernilai antara 1-31
D Hari dalam mingguan(singkatan), bernilai antara Sun - Sat
I Hari dalam mingguan, bernilai antara Sunday - Saturday
w Hari dalam mingguan tanpa 0 di depan, bernilai antara 0 - 6
w Hari dalam tahunan tanpa 0 di depan, bernilai antara 0 - 365

Month

Huruf Keterangan
m Bulan dengan 0 di depan, bernilai antara 01 - 12
n Bulan tanpa 0 di depan, bernilai antara 1 - 12
M Singkatan dari bulan, bernilai antara Jan - Dec
F Nama bulan lengkap, bernilai antara January - December
t Jumlah hari dalam sebulan, bernilai antara 28 - 31

Year

Huruf Keterangan
L 1 jika melompati tahun, dan 0 jika tidak
Y Tahun dengan 4 digit
y Tahun dengan 2 digit

Agar lebih memahami penggunaan fungsi-fungsi di atas, mari kita coba beberapa, yang sering digunakan.

<?php
// Function date
echo date('Y/m/d') . PHP_EOL;
echo date('d-m-Y H:i:s a') . PHP_EOL;
echo date('d F Y');
?>

Function mktime()

Function ini digunakan untuk membuat timestamp dengan format sintaks sebagai berikut. mktime(hour, minute, second, month, day, year);

Contoh

<?php
// Function mktime()
$sekarang = mktime(12, 13, 40, date('m'), date('d'), date('Y'));
echo "Sekarang tanggal " . date('d F Y', $sekarang);
echo "\n";

$bulanlalu = mktime(0, 0, 0, date('m')-1, date('d'), date('Y'));
echo "Satu bulan yang lalu adalah tanggal " . date('d F Y', $bulanlalu);
echo "\n";

$lusa = mktime(0, 0, 0, date('m'), date('d')+2, date('Y'));
echo "Lusa adalah tanggal " . date('d F Y', $lusa);
echo "\n";

$tahun = mktime(0, 0, 0, date('m'), date('d'), date('Y')-2);
echo "Dua tahun yang lalu adalah tanggal " . date('d F Y', $tahun);

?>

Informasi

Selain 2 function yang paling sering digunakan di atas, beberapa function yang berkenaan dengan penggunaan tanggal yaitu date_default_timezone_set() untuk menentukan timezone dan strtotime() untuk mengubah string menjadi format tanggal atau waktu. 😊

Function untuk Operasi Matematika

Untuk operasi matematika, banyak sekali function bawaan PHP yang bisa langsung kita gunakan, sebagai berikut.

Function Keterangan Contoh
abs($number) Mengembalikan nilai absolut dari sebuah bilangan. echo abs(-5); // 5
round($number, $precision = 0, $mode = PHP_ROUND_HALF_UP) Membulatkan bilangan ke nilai terdekat dengan presisi opsional. echo round(4.5); // 5
ceil($number) Membulatkan sebuah bilangan ke atas (ke nilai integer terdekat). echo ceil(4.3); // 5
floor($number) Membulatkan sebuah bilangan ke bawah (ke nilai integer terdekat). echo floor(4.7); // 4
max(...$values) Mengembalikan nilai maksimum dari serangkaian bilangan. echo max(1, 3, 5); // 5
min(...$values) Mengembalikan nilai minimum dari serangkaian bilangan. echo min(1, 3, 5); // 1
rand($min, $max) Mengembalikan bilangan acak dalam rentang tertentu. echo rand(1, 10); // Contoh: 7
sqrt($number) Mengembalikan akar kuadrat dari sebuah bilangan. echo sqrt(16); // 4
pow($base, $exp) Mengembalikan hasil dari bilangan berpangkat (eksponen). echo pow(2, 3); // 8
pi() Mengembalikan nilai π (pi) sebagai bilangan floating-point. echo pi(); // 3.14159
log($number, $base = M_E) Mengembalikan logaritma dari sebuah bilangan, dengan basis opsional. echo log(8, 2); // 3
deg2rad($degrees) Mengonversi sudut dari derajat ke radian. echo deg2rad(180); // 3.14159
rad2deg($radians) Mengonversi sudut dari radian ke derajat. echo rad2deg(3.14159); // 180
cos($number) Mengembalikan kosinus dari sebuah bilangan (dalam radian). echo cos(0); // 1
sin($number) Mengembalikan sinus dari sebuah bilangan (dalam radian). echo sin(pi() / 2); // 1
tan($number) Mengembalikan tangen dari sebuah bilangan (dalam radian). echo tan(pi() / 4); // 1
acos($number) Mengembalikan arccosinus (nilai invers kosinus) dari sebuah bilangan. echo acos(0.5); // 1.0472
asin($number) Mengembalikan arcsinus (nilai invers sinus) dari sebuah bilangan. echo asin(0.5); // 0.5236
atan($number) Mengembalikan arctangen (nilai invers tangen) dari sebuah bilangan. echo atan(1); // 0.7854
bindec($binary_string) Mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal. echo bindec('101'); // 5
decbin($number) Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan biner. echo decbin(5); // 101
dechex($number) Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan heksadesimal. echo dechex(255); // ff
decoct($number) Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan oktal. echo decoct(8); // 10
hexdec($hex_string) Mengubah bilangan heksadesimal menjadi bilangan desimal. echo hexdec('ff'); // 255
octdec($octal_string) Mengubah bilangan oktal menjadi bilangan desimal. echo octdec('10'); // 8

Agar lebih memahami penggunaan function di atas, mari kita buat beberapa contoh.

<?php
// Fungsi Matematika
echo "abs(-100) : " . abs(-100) . PHP_EOL;
echo "cos(60) : " . cos(60) . PHP_EOL;
echo "bindec(10001111011) : " . bindec(10001111011) . PHP_EOL;
echo "ceil(12.123) : " . ceil(12.123) . PHP_EOL;
echo "floor(12.123) : " . floor(12.123) . PHP_EOL;
echo "round(12.123) : " . round(12.123) . PHP_EOL;
echo "deg2rad(90) : " . deg2rad(90) . PHP_EOL;
echo "pow(4,2) : " . pow(4,2) . PHP_EOL;
echo "sqrt(16) : " . sqrt(16) . PHP_EOL;
echo "rand(10,1000) : " . rand(10,1000) . PHP_EOL;
echo "max(10,11,17,13) : " . max(10,11,17,13) . PHP_EOL;

$nilai = [80,90,76,88,56];
echo "max(\$nilai) : " . max($nilai) . PHP_EOL;
?>

Perhatian

Silahkan teliti dan amati skrip di atas, pahami maksud dan hasil dari setiap baris kodenya. Good Luck 😊

Function untuk Penanganan File

PHP dapat digunakan untuk memanipulasi direktori maupun file. Di antara function-function nya adalahs sebagai berikut.

Function Keterangan
basename(path, suffix) Menghasilkan nama file dari sebuah path.
chgrp(file, group) Mengubah file group.
chmod(file, mode) Mengubah file mode.
chown(file, owner) Mengubah pemilik file.
copy(file, file_tujuan) Mencopy file.
dirname(path) Menghasilkan nama direktori dari sebuah path.
disk_free_space(direktori) Menghasilkan sisa kapasitas penyimpanan sebuah direktori.
disc_total_space(direktori) Menghasilkan total kapasitas penyimpanan sebuah direktori.
fclose(file) Menutup file yang sedang dibuka.
foef(file) Mengecek akhir sebuah file yagn dibuka.
fgetc(file) Menghasilkan karakter dari file yang dibuka.
fgets(file, panjang) Menghasilkan baris dari sebuah file yagn dibuka.
fgetss(file, panjang, tag) Menghasilkan baris dengan menghapus tag HTML dan PHP dari file yang dibuka.
file(path, include_path, context) Membaca file ke dalam sebuah array.
file_exists(path) Mengecek keberadaan file.
file_get_contents(path, include_path, context, awal, panjang_maksimal) Membaca file ke dalam sebuah string.
file_put_contents(file, data, mode, context) Menuliskan string ke dalam sebuah file.
fileatime(nama_file) Menghasilkan waktu terakhir file diakses.
filectime(nama_file) Menghasilkan waktu terakhir fiel diubah.
filegroup(nama_file) Menghasilkan ID group sebuah file.
filemtime(nama_file) Menghasilkan waktu terakhir file dimodifikasi.
fileowner(nama_file) Menghasilkan ID user dari sebuah file.
fileperms(nama_file) Menghasilkan permission sebuah file.
filesize(nama_file) Menghasilkan ukuran sebuah file.
filetype(nama_file) Menghasilkan tipe sebuah file.
flock(file, lock, block) Mengunci dan membebaskan file. Lock dapat diisi LOCK_SH, LOCK_EX, LOCK_UN,LOCK_NB.
fopen(nama_file, mode, include_path, context) Membuka file atau membuat file jika file yang dibuka tidak ada.
fputs(file, string, panjang) Menuliskan sesuatu pada file yang dibuka.
fread(file, panjang) Membaca dari file yang dibuka.
fseek(file ofset, whence) Melakukan pencarian pada file yang dibuka. Whence dapat diisi SEEK_SET,SEEK_CUR, SEEK_END.
fstat(file) Menghasilkan informasi tentang file yang dibuka.
ftell(file) Menghasilkan posisi saat ini dari file yang dibuka.
fwrite(file, string, length) Menuliskan sesuatu pada file yang dibuka.
is_dir(file) Mengecek apakah sebuah file merupakan direktori.
is_executable(file) Mengecek apakah sebuah file executabel.
is_file(file) Mengecek apakah sebuah file merupakan file biasa.
is_link(file) Mengecek apakah sebuah file merupakan link.
is_readable(file) Mengecek apakah sebuah file readable.
is_uploaded_file(file) Mengecek apakah sebuah file ter-upload.
is_writable(file) Mengecek apakah sebuah file writable.
mkdir(path, mode, recursive, context) Membuat direktori.
move_uploaded_file(file, lokasi_baru) Memindahkan file yang ter-upload ke sebuah direktori.
pathinfo(path, option) Menghasilkan informasi sebuah path.
realpath(path) Menghasilkan absolute path-name.
realpath_cache_get() Menghasilkan entri cache sebuah realpath.
realpath_cache_size() Menghasilkan ukuran cache sebuah realpath.
rename(nama_lama, nama_baru, context) Mengubah nama file atau direktori.
rmdir(direktori, context) Menghapus direktori yang kosong.
tmpnam(direktori, prefix) Membuat temporary file dengan nama unik.
tmpfile() Membuat file sementara dengan nama unik, setelah skrip selesai, maka file tersebut langsung dihapus
unmask(mask) Mengubah permission sebuah file.
unlink(nama_file, context) Menghapus file.

Agar lebih memahami function di atas, mari kita buat contoh kodenya. Anda tidak perlu menulis baris komentar jika sudah paham maksudnya dan menginginkan kode yang lebih ringkas.

<?php
// Membuka/ membuat file
$file = fopen("halo.txt","w");

// Menyiapkan teks
$teks = "Halo, \n";

// Mengisi file
fwrite($file, $teks);

// Menyiapkan teks
$teks = "Saya sedang belajar PHP\n";

// Mengisi file
fwrite($file, $teks);

// Menutup file
fclose($file);

?>

Hasil

Coba pahami skrip di atas, lalu jalankan, maka akan muncul file halo.txt yang berisi

Halo, 
Saya sedang belajar PHP