Function
- Function digunakan untuk membuat blok program yang sering digunakan di dalam penulisan skrip PHP.
- Function tidak otomatis dijalankan ketika skrip dijalankan.
- Function hanya dieksekusi jika dipanggil.
- Pemanggilan function dapat dilakukan berkali-kali setiap kali dibutuhkan.
- Function biasanya digunakan untuk meyingkat skrip yang sering digunakan, terutama yang skrip-nya panjang.
- Secara umum, setidaknya ada 2 jenis function, yaitu
- User-defined function, fungsi yang dibuat sendiri oleh user.
- Built-in function, fungsi yang sudah disediakan oleh PHP.
Function Dasar
Untuk membuat function format dasarnya sebagai berikut.
Sekarang kita buat contohnya.
<?php
// membuat function
function salam(){
echo "Assalamu'alaikum..,";
}
// memanggil function
salam();
salam();
?>
Function dengan Argumen
Ada kalanya kita membuat function untuk memproses data tertentu, sehingga kita perlu membuat function yang bisa menerima argumen. Berikut contohnya.
<?php
// membuat function
function sapa($nama){
echo "Hai $nama, Apa kabar?\n";
}
// memanggil function
sapa("Joko");
sapa("Dita");
?>
- Pada skrip di atas, function memiliki 1 argumen, yaitu $nama.
- Kita bisa loh.., membuat argumen lebih dari 1, yaitu dengan memisahkan argumen dengan tanda koma
.. - Variabel yang kita definisikan di dalam function disebut sebagai parameter, sedangkan nilai yang kita masukkan saat pemanggilan fungsi disebut sebagai argumen.
- Saat kita mencoba memanggil fungsi yang memiliki parameter, namun kita lupa memasukkan argumennya, tentu akan terjadi error.
- Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa membuat default argument, sehingga jika kita lupa tidak memasukkan argumen saat pemanggilan function, tidak akan terjadi error dan function akan dijalankan dengan normal. Contoh
<?php
// Membuat function
function sapa($waktu="Pagi"){
echo "Selamat $waktu \n";
}
// Memanggil function dengan argumen
sapa("Siang");
// Memanggil function tanpa argumen
sapa();
?>
Catatan
- Mungkin suatu saat kita membuat function yang memiliki 2 parameter atau lebih dan ada yang memiliki default argumen maupun tidak.
- Untuk membuat function tersebut, kita tidak boleh asal dala meletakkan urutan parameternya, karena kalau tidak, PHP akan salah paham dalam memproses nilai argumennya.
- Dalam kasus di atas, parameter yang tidak memiliki default argument harus diletakkan di depan, sedangkan parameter yang memiliki default argument harus diletakkan di urutan belakang.
Contoh-1
<?php
// function dengan urutan default argumen salah
function sapa($nama="Kamu", $waktu){
echo "Hai $nama, Selamat $waktu \n";
}
// memanggi function
sapa("Dita","Pagi");
?>
- Mungkin skrip di atas jika dijalankan akan berhasil, namun tetap menghasilkan error.
- Bagaimana jika kita ingin menjalankan skripnya tapi anggaplah saya hanya ingin mengisi argumen
$waktunya saja, karena argumen$namamemiliki default argumen, seperti contoh berikut.
<?php
// function dengan urutan default argumen salah
function sapa($nama="Kamu", $waktu){
echo "Hai $nama, Selamat $waktu \n";
}
// memanggi function
sapa("Pagi");
?>
Tentu saja Error
Deprecated: Optional parameter $nama declared before required parameter $waktu is implicitly treated as a required parameter in C:\Users\ASUS\Documents\GitHub\modul-belajar-php-dasar\sourcecode\function\function4.php on line 3
Contoh-2
Maka, yang benar harusnya seperti ini.
<?php
// function dengan urutan default argumen yang benar
function sapa($waktu, $nama="Kamu"){
echo "Hai $nama, Selamat $waktu \n";
}
// memanggi function
sapa("Pagi");
?>
$nama, kode tetap akan dijalankan tanpa error.
Tantangan
-
Sebagai bentuk latihan, coba sekarang buatlah sebuah fungsi perkalian dengan nama
perkalian(), yang jika saya memanggil dengan caraperkalian(2)maka menghasilkan seperti berikut.(Clue-nya gabungkan perulangan ke dalam function). 🤔1 x 2 = 2
2 x 2 = 4
3 x 2 = 6
4 x 2 = 8
5 x 2 = 10
6 x 2 = 12
7 x 2 = 14
8 x 2 = 16
9 x 2 = 18
10 x 2 = 20
Jawaban
Function dengan Nilai Kembalian
- Pada contoh-contoh sebelumnya, kita membuat function yang langsung menampilkan hasilnya di layar dengan perintah
echo. - Namun, ada kalanya kita membuat function lalu hasilnya akan diproses lagi oleh function yang lain.
- Dalam kasus tersebut kita perlu menambahkan perintah
returnyang akan memberikan nilai kembalian.
Contoh-1
<?php
function luas_persegi($panjang, $lebar){
$luas = $panjang * $lebar;
return $luas;
}
echo "Luas ruang kelas adalah " . luas_persegi(3,4) . " m";
?>
Contoh-2
<?php
function nama_panggilan($nama){
return substr($nama,0,5);
}
$namanya = nama_panggilan("joko santoso");
echo ucfirst($namanya);
?>
Keterangan
substradalah fungsi bawaan php untuk mengambil beberapa karakter string dari kiri,0maksudnya dimulai dari karakter ke 0, dan5maksudnya ambil sebanyak 5 karakter.ucfirstjuga fungsi bawaan php yang berfungsi untuk membuat teks/ string menjadi kapital pada huruf pertamanya.
Variasi Function yang lain
- Selain function standar di atas, sebenarnya di PHP kita bisa membuat function dengan penulisan yang sedikit berbeda, lebih rumit, atau bahkan lebih simpel dari format dasarnya.
- Hal ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan program atau aplikasi yang akan kita buat.
Anonymous Function
- Anonymous function adalah function tanpa nama, di PHP disebut juga dengan Closure.
- Anonymous function biasanya digunakan sebagai argument atau sebagai value di variable.
- Anonymous function membuat kita bisa mengirim function sebagai argument di function lainnya.
Contoh-1
<?php
// Anonymous Function
$halo = function(string $nama){
echo "Halo $nama".PHP_EOL;
};
$halo("Eko");
$halo("Joko");
?>
Catatan
- Perhatikan, bahwasanya saat membuat function, kita tidak membuat nama function-nya, namun langsung membuat bagian parameternya.
- Function tersebut langsung dimasukkan ke dalam variable
$halo. - Cara pemanggilan function tinggal menyebut nama variable yang berisi function tersebut, dalam hal ini adalah
$halo.
Contoh-2
<?php
// Anonymous Functtion 2
function siyu(string $nama, $format){
$namaAkhir = $format($nama);
echo "See you $namaAkhir".PHP_EOL;
}
// Memanggil function
siyu("Dita Leni Ravia", function(string $n){
return strtoupper($n);
})
?>
Peringatan
- Mungkin, function tersebut terlihat membingungkan untuk difahami, namun cobalah untuk membaca dan memahami maksud dari tiap baris kodenya.
strtoupper()adalah function bawaan PHP untuk membuat teks menjadi huruf kapital.
Catatan
- Secara default, anonymous function tidak bisa mengakses variabel yang terdapat diluar function.
- Jika kita ingin menggunakan variable yang terdapat diluar anonymous function, kita perlu secara explicit menyebutkannya menggunakan kata kunci use lalu diikuti variable-variable yang ingin kita gunakan.
Sekarang coba ini..!
<?php
$namaDepan = "Anggun";
$namaBelakang = "Khowatim";
$hai = function(){
echo "Hai $namaDepan $namaBelakang".PHP_EOL;
};
$hai();
?>
Kalau begini..?
<?php
// Akses variable di luar closure
$namaDepan = "Aulia";
$namaBelakang = "Fatmawati";
$hai = function() use($namaDepan,$namaBelakang){
echo "Hai $namaDepan $namaBelakang".PHP_EOL;
};
$hai();
?>
Yeay.. Berhasil 😁
Arrow Function
Satu lagi kita bahas tentang variasi function di dalam PHP, walaupun sebenarnya masih banyak variasi function yang lain 😅.
- Arrow function diperkenalkan di PHP 7.4 sebagai alternative anonymous function yang lebih sederhana pembuatannya.
- Secara garis besar, sebenarnya arrow function dan anonymous function adalah dua hal yang sama.
- Hal yang membedakan di arrow function adalah, secara otomatis variable diluar closure bisa digunakan, tidak seperti di anonymous function yang harus disebutkan secara manual menggunakan kata kunci use.
- Pembuatan arrow function tidak menggunakan kata kunci function, melainkan fn.
- Arrow function di khususnya untuk pembuatan function yang sederhana
Contoh-1
Contoh-2
<?php
// Arrow Function-2
$n1="Faruq";
$n2="Arzaky";
$goodbye = fn()=>"Goodbye $n1 $n2".PHP_EOL;
echo $goodbye();
?>
Penutup
- Terlihat jelas bahwa pembuatan function dengan arrow function sangat sederhana, namun kita tidak bisa membuat function ini untuk setiap program yang kita buat, semua tergantung kebutuhan sistemnya.
- Kita cukupkan pembahasan tentang function kali ini, jika anda masih tertarik ingin tahu lebih tentang function, silahkan coba cari sendiri materinya dengan keyword Callback Function dan Recrusive Function. 😊
Function untuk Operasi String
Untuk memanipulasi string, PHP sudah menyediakan function bawaan yang bisa langsung kita gunakan. Di antaranya sebagai berikut.
| Function | Keterangan |
|---|---|
addslashes(string) |
Memberikan tanda \ pada karakter khusus seperti petik ganda ", petik tunggal ' dan sebagainya. |
chr(ascii) |
Menghasilkan karakter dari sebuah kode ASCII |
explode(pemisah, string, batas) |
Mengkonversi string menjadi array. Fungsi ini sering dipakai |
htmlentities(string, flags, character_set, double_encode) |
Mengkonversi karakter ke kode HTML |
htmlspecialchars(string,flags,character_set,double_encode) |
Mengkonversi karakter tertentu ke kode HTML |
implode(pemisah, array) |
Menghasilkan string dari suatu array. Kebalikan dari implode(), ini juga sering dipakai. |
join(pemisah, array) |
Menghasilkan string dari suatu array. Alias dari implode(). |
lcfirst(string) |
Lowercase First, mengkonversi string pertama menjadi huruf kecil. |
ltrim(string, charlist) |
Menghilangkan spasi atau karakter tertentu di sebelah kiri string. |
md5(string, raw) |
Enkripsi dengan MD5 dari sebuah string. RAW menentukan format output binary atau heksadesimal, diisi true atau false. |
nl2br(string,xhtml) |
Menyisipkan tag <br> pada setiap ganti baris dari sebuah string. XHTML diisi true atau false. |
number_format(number, desimal, pemisah desimal, pemisah ribuan) |
Memformat angka menjadi ribuan. |
printf(format, arg1, arg2, arg3, ...) |
Menghasilkan string dengan format tertentu. |
rtrim(string, charlist) |
Menghilangkan spasi atau karakter tertentu pada sebelah kanan string. |
str_ireplace(dicari, pengganti, string, jumlah) |
Mengganti beberapa karakter pada sebuah string tanpa membedakan besar kecilnya huruf. |
str_replace(dicari, pengganti, string, jumlah) |
Mengganti beberapa karakter pada sebuah string dengan membedakan besar kecilnya huruf. |
str_shuffle(string) |
Mengacak karakter pada sebuah string. |
str_word_count(string, return, char) |
Menghasilkan jumlah karakter dari sebuah string |
stripslashes(string) |
Mengembalikan perintah addslashesh() |
strlen(string) |
Menghasilkan panjang sebuah string. |
strpos(string, dicari, mulai) |
Menghasilkan posisi pertama dari sebuah string pada suatu string. Versi case-insensitice menggunakan strripos(). |
strrpos(string, dicari, mulai) |
Menghasilkan posisi terakhir sebuah string pada suatu string. Versi case-insensitive menggunakan strripos(). |
strtolower(string) |
Mengkonversi string ke huruf kecil semua. |
strtoupper(string) |
Mengkonversi string ke huruf besar semua. |
substr(string, mulai, panjang) |
Menghasilkan bagian dari sebuah string. |
trinm(string, charlist) |
Menghilangkan spasi atau karakter lain di awal maupun akhir string. |
ucfirst(string) |
Mengubah hurug pertama string menjadi huruf kapital. |
ucwords(string) |
Mengubah huruf pertama setiap kata dari sebuah string menjadi huruf kapital. |
Untuk lebih memahami penggunaan dari fungsi-fungsi di atas, mari kita coba beberapa.
<?php
$teks = "Saya senang belajar PHP";
echo "Teks asli '$teks'".PHP_EOL;
echo "substr() : " . substr($teks,0,11) . PHP_EOL;
echo "susbtr() : " . substr($teks,12) . PHP_EOL;
echo "strtoupper() : " . strtoupper($teks) . PHP_EOL;
echo "ucwords() : " . ucwords($teks) . PHP_EOL;
echo "str_replace() : " . str_replace("senang","suka",$teks) . PHP_EOL;
echo "strops() : " . strpos($teks,"P") . PHP_EOL;
$kata = explode(' ',$teks);
echo "explode() : " . $kata[1];
?>
Referensi
Jika kamu tertarik mempeljari string function yang lain, bisa kunjungi 🌏 link berikut.
Function untuk Operasi Tanggal
PHP juga menyediakan functio bawaan untuk memproses data tanggal, sebagaimana berikut.
Function date()
- Function ini digunakan untuk mencetak tanggal dengan format tertentu.
- Format tanggal ditulis di dalam kurung.
- Beberapa huruf yang dapat digunakan untuk menulis format tanggal sebagai berikut.
Time
| Huruf | Keterangan |
|---|---|
| a | am atau pm |
| A | AM atau PM |
| g | Jam tanpa 0 di depan, bernilai antara 1-12 |
| G | Jam tanpa 0 di depan, bernilai antara 0-23 |
| h | Jam dengan 0 di depan, bernilai antara 1-12 |
| H | Jam dengan 0 di depan, bernilai antara 00-23 |
| i | Menit dengan 0 di depan, bernilai antara 00-59 |
| s | detik dengan 0 di depan, bernilai antara 00-59 |
Day
| Huruf | Keterangan |
|---|---|
| d | Tanggal dengan 0 di depan, bernilai antara 01-31 |
| j | Tanggal tanpa 0 di depan, bernilai antara 1-31 |
| D | Hari dalam mingguan(singkatan), bernilai antara Sun - Sat |
| I | Hari dalam mingguan, bernilai antara Sunday - Saturday |
| w | Hari dalam mingguan tanpa 0 di depan, bernilai antara 0 - 6 |
| w | Hari dalam tahunan tanpa 0 di depan, bernilai antara 0 - 365 |
Month
| Huruf | Keterangan |
|---|---|
| m | Bulan dengan 0 di depan, bernilai antara 01 - 12 |
| n | Bulan tanpa 0 di depan, bernilai antara 1 - 12 |
| M | Singkatan dari bulan, bernilai antara Jan - Dec |
| F | Nama bulan lengkap, bernilai antara January - December |
| t | Jumlah hari dalam sebulan, bernilai antara 28 - 31 |
Year
| Huruf | Keterangan |
|---|---|
| L | 1 jika melompati tahun, dan 0 jika tidak |
| Y | Tahun dengan 4 digit |
| y | Tahun dengan 2 digit |
Agar lebih memahami penggunaan fungsi-fungsi di atas, mari kita coba beberapa, yang sering digunakan.
<?php
// Function date
echo date('Y/m/d') . PHP_EOL;
echo date('d-m-Y H:i:s a') . PHP_EOL;
echo date('d F Y');
?>
Function mktime()
Function ini digunakan untuk membuat timestamp dengan format sintaks sebagai berikut.
mktime(hour, minute, second, month, day, year);
Contoh
<?php
// Function mktime()
$sekarang = mktime(12, 13, 40, date('m'), date('d'), date('Y'));
echo "Sekarang tanggal " . date('d F Y', $sekarang);
echo "\n";
$bulanlalu = mktime(0, 0, 0, date('m')-1, date('d'), date('Y'));
echo "Satu bulan yang lalu adalah tanggal " . date('d F Y', $bulanlalu);
echo "\n";
$lusa = mktime(0, 0, 0, date('m'), date('d')+2, date('Y'));
echo "Lusa adalah tanggal " . date('d F Y', $lusa);
echo "\n";
$tahun = mktime(0, 0, 0, date('m'), date('d'), date('Y')-2);
echo "Dua tahun yang lalu adalah tanggal " . date('d F Y', $tahun);
?>
Informasi
Selain 2 function yang paling sering digunakan di atas, beberapa function yang berkenaan dengan penggunaan tanggal yaitu date_default_timezone_set() untuk menentukan timezone dan strtotime() untuk mengubah string menjadi format tanggal atau waktu. 😊
Function untuk Operasi Matematika
Untuk operasi matematika, banyak sekali function bawaan PHP yang bisa langsung kita gunakan, sebagai berikut.
| Function | Keterangan | Contoh |
|---|---|---|
abs($number) |
Mengembalikan nilai absolut dari sebuah bilangan. | echo abs(-5); // 5 |
round($number, $precision = 0, $mode = PHP_ROUND_HALF_UP) |
Membulatkan bilangan ke nilai terdekat dengan presisi opsional. | echo round(4.5); // 5 |
ceil($number) |
Membulatkan sebuah bilangan ke atas (ke nilai integer terdekat). | echo ceil(4.3); // 5 |
floor($number) |
Membulatkan sebuah bilangan ke bawah (ke nilai integer terdekat). | echo floor(4.7); // 4 |
max(...$values) |
Mengembalikan nilai maksimum dari serangkaian bilangan. | echo max(1, 3, 5); // 5 |
min(...$values) |
Mengembalikan nilai minimum dari serangkaian bilangan. | echo min(1, 3, 5); // 1 |
rand($min, $max) |
Mengembalikan bilangan acak dalam rentang tertentu. | echo rand(1, 10); // Contoh: 7 |
sqrt($number) |
Mengembalikan akar kuadrat dari sebuah bilangan. | echo sqrt(16); // 4 |
pow($base, $exp) |
Mengembalikan hasil dari bilangan berpangkat (eksponen). | echo pow(2, 3); // 8 |
pi() |
Mengembalikan nilai π (pi) sebagai bilangan floating-point. | echo pi(); // 3.14159 |
log($number, $base = M_E) |
Mengembalikan logaritma dari sebuah bilangan, dengan basis opsional. | echo log(8, 2); // 3 |
deg2rad($degrees) |
Mengonversi sudut dari derajat ke radian. | echo deg2rad(180); // 3.14159 |
rad2deg($radians) |
Mengonversi sudut dari radian ke derajat. | echo rad2deg(3.14159); // 180 |
cos($number) |
Mengembalikan kosinus dari sebuah bilangan (dalam radian). | echo cos(0); // 1 |
sin($number) |
Mengembalikan sinus dari sebuah bilangan (dalam radian). | echo sin(pi() / 2); // 1 |
tan($number) |
Mengembalikan tangen dari sebuah bilangan (dalam radian). | echo tan(pi() / 4); // 1 |
acos($number) |
Mengembalikan arccosinus (nilai invers kosinus) dari sebuah bilangan. | echo acos(0.5); // 1.0472 |
asin($number) |
Mengembalikan arcsinus (nilai invers sinus) dari sebuah bilangan. | echo asin(0.5); // 0.5236 |
atan($number) |
Mengembalikan arctangen (nilai invers tangen) dari sebuah bilangan. | echo atan(1); // 0.7854 |
bindec($binary_string) |
Mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal. | echo bindec('101'); // 5 |
decbin($number) |
Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan biner. | echo decbin(5); // 101 |
dechex($number) |
Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan heksadesimal. | echo dechex(255); // ff |
decoct($number) |
Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan oktal. | echo decoct(8); // 10 |
hexdec($hex_string) |
Mengubah bilangan heksadesimal menjadi bilangan desimal. | echo hexdec('ff'); // 255 |
octdec($octal_string) |
Mengubah bilangan oktal menjadi bilangan desimal. | echo octdec('10'); // 8 |
Agar lebih memahami penggunaan function di atas, mari kita buat beberapa contoh.
<?php
// Fungsi Matematika
echo "abs(-100) : " . abs(-100) . PHP_EOL;
echo "cos(60) : " . cos(60) . PHP_EOL;
echo "bindec(10001111011) : " . bindec(10001111011) . PHP_EOL;
echo "ceil(12.123) : " . ceil(12.123) . PHP_EOL;
echo "floor(12.123) : " . floor(12.123) . PHP_EOL;
echo "round(12.123) : " . round(12.123) . PHP_EOL;
echo "deg2rad(90) : " . deg2rad(90) . PHP_EOL;
echo "pow(4,2) : " . pow(4,2) . PHP_EOL;
echo "sqrt(16) : " . sqrt(16) . PHP_EOL;
echo "rand(10,1000) : " . rand(10,1000) . PHP_EOL;
echo "max(10,11,17,13) : " . max(10,11,17,13) . PHP_EOL;
$nilai = [80,90,76,88,56];
echo "max(\$nilai) : " . max($nilai) . PHP_EOL;
?>
Perhatian
Silahkan teliti dan amati skrip di atas, pahami maksud dan hasil dari setiap baris kodenya. Good Luck 😊
Function untuk Penanganan File
PHP dapat digunakan untuk memanipulasi direktori maupun file. Di antara function-function nya adalahs sebagai berikut.
| Function | Keterangan |
|---|---|
basename(path, suffix) |
Menghasilkan nama file dari sebuah path. |
chgrp(file, group) |
Mengubah file group. |
chmod(file, mode) |
Mengubah file mode. |
chown(file, owner) |
Mengubah pemilik file. |
copy(file, file_tujuan) |
Mencopy file. |
dirname(path) |
Menghasilkan nama direktori dari sebuah path. |
disk_free_space(direktori) |
Menghasilkan sisa kapasitas penyimpanan sebuah direktori. |
disc_total_space(direktori) |
Menghasilkan total kapasitas penyimpanan sebuah direktori. |
fclose(file) |
Menutup file yang sedang dibuka. |
foef(file) |
Mengecek akhir sebuah file yagn dibuka. |
fgetc(file) |
Menghasilkan karakter dari file yang dibuka. |
fgets(file, panjang) |
Menghasilkan baris dari sebuah file yagn dibuka. |
fgetss(file, panjang, tag) |
Menghasilkan baris dengan menghapus tag HTML dan PHP dari file yang dibuka. |
file(path, include_path, context) |
Membaca file ke dalam sebuah array. |
file_exists(path) |
Mengecek keberadaan file. |
file_get_contents(path, include_path, context, awal, panjang_maksimal) |
Membaca file ke dalam sebuah string. |
file_put_contents(file, data, mode, context) |
Menuliskan string ke dalam sebuah file. |
fileatime(nama_file) |
Menghasilkan waktu terakhir file diakses. |
filectime(nama_file) |
Menghasilkan waktu terakhir fiel diubah. |
filegroup(nama_file) |
Menghasilkan ID group sebuah file. |
filemtime(nama_file) |
Menghasilkan waktu terakhir file dimodifikasi. |
fileowner(nama_file) |
Menghasilkan ID user dari sebuah file. |
fileperms(nama_file) |
Menghasilkan permission sebuah file. |
filesize(nama_file) |
Menghasilkan ukuran sebuah file. |
filetype(nama_file) |
Menghasilkan tipe sebuah file. |
flock(file, lock, block) |
Mengunci dan membebaskan file. Lock dapat diisi LOCK_SH, LOCK_EX, LOCK_UN,LOCK_NB. |
fopen(nama_file, mode, include_path, context) |
Membuka file atau membuat file jika file yang dibuka tidak ada. |
fputs(file, string, panjang) |
Menuliskan sesuatu pada file yang dibuka. |
fread(file, panjang) |
Membaca dari file yang dibuka. |
fseek(file ofset, whence) |
Melakukan pencarian pada file yang dibuka. Whence dapat diisi SEEK_SET,SEEK_CUR, SEEK_END. |
fstat(file) |
Menghasilkan informasi tentang file yang dibuka. |
ftell(file) |
Menghasilkan posisi saat ini dari file yang dibuka. |
fwrite(file, string, length) |
Menuliskan sesuatu pada file yang dibuka. |
is_dir(file) |
Mengecek apakah sebuah file merupakan direktori. |
is_executable(file) |
Mengecek apakah sebuah file executabel. |
is_file(file) |
Mengecek apakah sebuah file merupakan file biasa. |
is_link(file) |
Mengecek apakah sebuah file merupakan link. |
is_readable(file) |
Mengecek apakah sebuah file readable. |
is_uploaded_file(file) |
Mengecek apakah sebuah file ter-upload. |
is_writable(file) |
Mengecek apakah sebuah file writable. |
mkdir(path, mode, recursive, context) |
Membuat direktori. |
move_uploaded_file(file, lokasi_baru) |
Memindahkan file yang ter-upload ke sebuah direktori. |
pathinfo(path, option) |
Menghasilkan informasi sebuah path. |
realpath(path) |
Menghasilkan absolute path-name. |
realpath_cache_get() |
Menghasilkan entri cache sebuah realpath. |
realpath_cache_size() |
Menghasilkan ukuran cache sebuah realpath. |
rename(nama_lama, nama_baru, context) |
Mengubah nama file atau direktori. |
rmdir(direktori, context) |
Menghapus direktori yang kosong. |
tmpnam(direktori, prefix) |
Membuat temporary file dengan nama unik. |
tmpfile() |
Membuat file sementara dengan nama unik, setelah skrip selesai, maka file tersebut langsung dihapus |
unmask(mask) |
Mengubah permission sebuah file. |
unlink(nama_file, context) |
Menghapus file. |
Agar lebih memahami function di atas, mari kita buat contoh kodenya. Anda tidak perlu menulis baris komentar jika sudah paham maksudnya dan menginginkan kode yang lebih ringkas.